-->
Tampilkan postingan dengan label From other country. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label From other country. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juni 2009

Japan Devil's Sea



Miyake Island,100 Km south of Tokyo

Sebenarnya,ada suatu perairan di Jepang yang sangat berbahaya bagi aktivitas pelayaran dan penerbangan,sama bahaya dengan Segitiga Bermuda/Bermuda Triangle yaitu Japan Devil's Sea/Laut Setan.
Perairan ini adalah merupakan daerah lautan tenang di Laut Pasifik, 100 KM sebelah selatan Tokyo, yang terletak diantara pulau Ivojima dan Pulau Miyake,tetapi kurang begitu terkenal dibanding Segitiga Bermuda, barangkali karena letaknya yang jauh dari daratan Jepang.
Sementara itu Segitiga Bermuda sangat akrab bagi kalangan pelaut Amerika, yang pada gilirannya menelan banyak kapal dan pesawat.
Kendati demikian,Laut Setan dekat daratan Jepang itu juga bertanggung jawab atas hilangnya beberapa kapal dan pesawat. Antara tahun 1950 dan 1954, didaerah ini telah hilang tidak kurang dari 9 kapal besar tanpa meninggalkan bekas.
Pemerintah Jepang sangat menaruh perhatian terhadap daerah ini,dan mengumumkan bahwa ia merupakah daerah berbahaya dan tidak boleh didekati.
Pada tahun 1955 pemerintah Jepang mengirim ekspedisi dengan membawa sejumlah pakar menuju daerah tersebut dengan menggunakan kapal Kawamaru. Malangnya Kawamaru lenyap tanpa pesan.



Seorang sarjana Amerika,Ivan Sanderson,yang sangat tertarik dengan semua keanehan tersebut,berusaha melihat letak Segitiga Bermuda dan Japan Devil's Sea dalam peta. Ternyata dia melihat bahwa kedua daerah tersebut terletak persis digaris bujur antara 30 dan 40 derajat sebelah utara khatulistiwa,luasnya hampir sama (lihat peta diatas).
Melalui kesimpulan ini Sanderson melanjutkan pengamatannya pada hal-hal lainnya, dan dia menemukan bahwa terdapat 12 daerah di dunia ini yang sejenis dengan itu. Dua diantaranya di kutub utara dan kutub selatan, sedang sepuluh lainnya terbagi dalam dua jajar, jajaran pertama terletak pada garis bujur 40 derajat sebelah utara, dan jajaran kedua terletak pada garis bujur 40 derajat sebelah selatan khatulistiwa.
Masing-masing tempat terpisah sekitar 72 derajat pada garis lintang. Tempat-tempat tersebut disamping didua kutub utara dan selatan, antara lain adalah dua daerah yang terletak didaratan.
Satu di utara Gurun Pasir Besar Afrika, dan satu lagi di daerah pegunungan barat laut India.

Sanderson mengamati bahwa sebagian besar daerah tersebut memiliki kemiripan satu sama lain, antara lain, dalam letaknya yang berada dikawasan yang mana bertemu arus panas dan dingin, dan bahwasanya tempat2 tersebut dipandang sebagai titik-simpul, karena ia mengarahkan arus air atas dan bawah pada arah yang berlawanan, dan dengan suhu yang berbeda tersebut, dapat menimbulkan gelombang magnetic yang menjadi biang keladi bagi semua kecelakaan itu.Akan tetapi teori Sanderson ini tidak dibangun atas suatu dalil.

Tidak ada suatu apapun yang membuktikan bahwa pertemua dua aliran air yang berlawanan arah dan dengan suhu yang berbeda dapat menghasilkan gelombang magnetis didalam bumi.
Selain itu, teori Sanderson juga tidak menginprestasikan cara kerja "Kuburan Setan" yang terletak didaratan.Yakni,dua dikutub utara dan kutub selatan, yang ketiga disebelah utara Gurun Besar Afrika, dan yang keempat di pegunungan barat-daya India.
Lebih jauh lagi,teori tersebut gagal menjawab pertanyaan,mengapa kapal-kapal yang menjadi korban ditempat-tempat seperti itu ditinggalkan penumpangnya begitu saja, dan kemana pula mereka pergi? Lalu, peristiwa apa pula yang kelihatannya demikian menakutkan mereka,sehingga mereka meninggalkan kapalnya?

Read More..

Chichén Itzá


Kukulkan (El Castillo) Pyramid

Chichen Itza merupakan salah satu bagian dari 7 keajaiban dunia baru ,suatu tempat yang terletak di Yucatan,Meksiko ini merupakan sebuah situs purbakala peninggalan bangsa Maya paling populer dikunjungi oleh para wisatawan manca negara.
Bangunan-bangunan yang terkenal dengan keindahan bentuk arsitekturnya tsb dibangun diantara 550-900 M oleh para Itza,salah satu kelompok suku bangsa Maya.Namun entah mengapa pada abad ke-10 tempat ini ditinggalkan oleh mereka dan sejak saat itu bangsa Maya menghilang secara misterius.

Jika dilihat dari bentuk arsitekturnya ,Bangunan-bangunan di kawasan Chichen Itza merupakan hasil alkulturasi seni arsitektur dari kebudayaan Maya dan Toltec.
Toltec sendiri merupakan sebutan bagi bangsa yang mendiami suatu kawasan di Tollan , 45 KM utara Kota meksiko.Peradaban yang memuja Dewa Quetzalcoatl ini dipimpin oleh seorang penguasa bernama Mixcoatl yang mempunyai arti "Naga Awan".Menurut sejarah ,Bangsa Toltec yang terkenal lebih kejam dari Bangsa Aztec , pernah menyerbu kawasan Chichen Itza disekitar tahun 800 M.

Chihen Itza sendiri merupakan puing sisa peradaban Maya paling mengesankan yang masih bisa dinikmati keindahannya hingga saat ini.Terdapat beberapa bangunan menakjubkan peninggalan peradaban bangsa Maya disini , diantaranya Piramida Kukulkan (El Castillo) sebagai pusatnya, lalu terdapat pula bangunan yang digunakan sebagai Observatorium astronomi mereka yang dinamakan El Caracol , serta beberapa bangunan lainnya seperti Temple of Jaguar dan Temple of the Wariors.

Read More..

Sabtu, 11 April 2009

Dari Negeri Orang

Belum lama ini, kami yang memang bekerja di bidang TI berdiksusi mengenai
"booming" Facebook, obrolan menjadi serius dan topiknya juga menjadi
lebih dalam hingga ada salah satu wacana bahwa database Facebook
mungkin saja digunakan oleh pemerintah AS untuk melakukan information
collecting dari para membernya karena penggunaan Facebook di masa
sekarang ini sudah jauh melebihi ekspektasi hanya sebatas aplikasi
jejaring sosial.
Yang akan jadi masalah adalah, bisa saja seorang tokoh masyarakat,
baik itu politikus ataupun pejabat pemerintahan suatu negara, menjadi
incaran pemerintah AS dan tanpa sadar mereka memberikan data-data
pribadinya karena ketidaktahuannya, seringkali mereka sendiri yang
menyusun riwayat hidup sejak tanggal lahir hingga riwayat sekolah dan
pekerjaan, bahkan salah satu aplikasi dari Facebook adalah membuat
susuanan anggota keluarga dari si membernya
Salah satu indikasi bahwa facebook digunakan oleh kepentingan
tertentu tersebut adalah bahwa sampai sekarang mereka tidak menyediakan
penghapusan account bagi mereka yang ingin keluar dari keanggotaan
Facebook.
Dari obrolan ini, lalu kami mulai menyebarkan wacana ini, memang
belum seberapa luas, tapi di lingkungan yang tertutup cara seperti kami
ini memang efektif untuk membuat seseorang merubah informasi
account-nya di Facebook, walaupun sebenarnya bisa dibilang percuma,
karena bisa saja sistem database di Facebook menggunakan mekanisme
pencatatan history dan dibuat backupnya sehingga setiap perubahan dapat
diketahui dan disimpan secara permanen.
Bagaimana menurut Bapak mengenai wacana ini?
Robby Siregar

Jawaban

Semoga Pak Robby dan para pejuang TI lainnya
senantiasa mendapat perlindungan dari Allah SWT. Facebook sekarang
telah menjadi booming. Banyak orang beranggapan jika belum ikutan
Facebook maka dia belumlah trendy dan modern. Saya akan mengulas
tentang Facebook dalam kacamata Konspirasi.
Kita tentu masih ingat, aturan pertama dan utama
di alam maya adalah JANGAN SEKALI-KALI MEMBERIKAN DATA ASLI DI ALAM
MAYA. Kita boleh saja ikutan Facebook, Multiply, dan sebagainya namun
jangan sekali-kali mengisi kolom-kolom isian dengan data-data pribadi
kita yang benar. Sama saja jika kita melakukan register ketika memakai
kartu telepon baru. Toh Facebook atau Provider telepon tidak akan tahu apakah
data yang kita isikan itu benar atau tidak.
Intelijen adalah pekerjaan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, agar bisa
dipergunakan sesuai dengan kepentingan user-nya.
Dan saya sangat yakin jika Facebook atau pun situs jejaring sosial
lainnya seperti Friendster, Multiply, Blogspot, juga email, dan
sebagainya merupakan perpanjangan tangan dari kelompok Konspirasi (The
Luciferian Conspiration,
kelompok yang mengendalikan AS dan juga dunia) untuk bisa menghimpun
data-data warga dunia secara mudah. Ada baiknya kita membaca buku Dan
Brown "The Digital Fortress", yang walau pun fiksi namun memuat sejumlah
informasi penting yang sesungguhnya benar-benar ada. Atau buku "The Complex:
Bagaimana Militer Amerika Menyerbu Kehidupan Kita Sehari-Hari" (Dr. Nick Turse,
2009). Atau tontonlah film Mel Gibson "The Conspiracy Theory"
di mana aparat keamanan berhasil mengendus keberadaan orang lewat
belanja dengan kartu kredit. Walau semuanya kelhatan bohongan, tapi
percayalah jika semua itu benar-benar ada.
Sebab itu, para pejuang (The Combatant) atau aktivis kemanusiaan yang menyadari
dirinya tengah berperang melawan The New World Order atau The Globalization,
sebaiknya tidak pernah berhubungan dengan bank (tidak memiliki kartu
kredit, kartu debet, atau pun rekening bank atas namanya), tidak pernah
mengisi kolom data jejaring sosial di internet dengan data asli, bahkan
tidak memiliki ID Card (KTP), dan menjauhi penggunaan alat-alat
komunikasi yang bersifat tetap (misal nomor telepon dan sebagainya).
Hiduplah bagai siluman. Atau seperti kalimat bijak, "Jadilah orang yang ketika
datang tidak diketahui dan ketika pergi tidak dicari."
Jika semua itu tidak mungkin, maka demi
keselamatannya para Combatant harus berusaha agar sedikit mungkin orang
mengetahui jejaknya, seperti: senantiasa mengganti nomor ponselnya
dengan berganti-ganti provider—kalau bisa juga berganti ponselnya—dalam
waktu yang tidak teratur (kian singkat kian baik), jika memiliki situs
jejaring sosial (tentu dengan data yang bukan asli) maka mengaksesnya
jangan dari satu tempat yang sama (warnet yang sama), selalu berganti
alamat email (bikin email baru mudah kan), dan sebagainya.
Kawan saya pernah hadir dalam sebuah pertemuan
para intel. Mereka bertemu di selatan Jakarta, dalam sebuah bangunan di
bagian belakang bangunan utama dekat kolam renang. Sepanjang pertemuan,
teve plasma berlayar besar yang ada di ruangan tersebut dinyalakan
dengan audio yang cukup besar walau tidak ditonton, semua pancuran air
kolam renang dan juga air terjun dinyalakan, semua ponsel dan pda atau
pun BB dimatikan (bahkan kartu chip-nya dilepas, batere dilepas, dan
diurai), dan sebagainya. Semua ini dikatakan sebagai tindakan
berjaga-jaga atas aksi penyadapan. Padahal ruangan tersebut sangat
tersembunyi dan kedap suara.
Apakah dengan demikian kita tidak boleh memiliki
Facebook atau yang sejenisnya. Boleh saja. Asal, ya itu tadi, jangan
mengisikan data-data pribadi kita yang asli. Facebook atau situs
jejaring sosial lainnya sangat dibutuhkan oleh tenaga-tenaga marketer,
namun akan menjadi bumerang bagi para Combatant. Sebab itu, kita harus
benar-benar sadar akan diri kita dan bertanya apakah kita memang
sungguh-sungguh memerlukan situs jejaring sosial atau tidak. Kalau
sekadar ikutan trend, janganlah. Sebab resikonya terlalu besar. Dunia
yang kita tinggal dan hidup di dalamnya bukanlah dunia yang memiliki
satu warna. Ada dunia lain di sekitar kita yang mungkin tidak pernah
kita sadari. Meminjam istilah Bang Napi: Wasadalah! Waspadalah!.
Wallahu'alam

bishawab.

Read More..